Artikel Warta 20-24

Terang Kehidupan

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yohanes 8:12

 

Ulangan 4:19 dengan tegas Firman Tuhan melarang orang beriman menyembah matahari, bulan dan bintang-bintang di langit. Bagi orang yang belum mengenal Allah pencipta langit dan bumi, maka benda-benda penerang di angkasa itu dipercayai dapat mempengaruhi hidupnya. Walaupun demikian, manusia zaman sekarang bahkan tidak jarang orang beriman masih mempercayai horoskop atau ramalan bintang.  Ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan.

Yesus bersaksi, “Akulah terang dunia.” Kesaksian ini ditentang oleh orang-orang Farisi. Bagi mereka Sang Terang adalah TUHAN (YHWH) sesuai kitab suci, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” (Mazm. 27:1). Saat Yesus menyatakan bahwa Ia terang dunia, maka secara tidak langsung Yesus menyatakan keilahianNya.

Yesus melanjutkan kesaksianNya, “Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan.” Orang-orang Farisi menolak Yesus, mereka tidak mau mengikutinya. Oleh karena itu mereka berjalan dalam kegelapan. Arinya mereka menuju kepada kebinasaan.

Bagaimanakah orang-orang yang mengikutNya? Yesus berkata, “Ia akan mempunyai terang hidup.” Memiliki terang hidup berarti berjalan menuju kepada hidup kekal bersama Bapa. Terimalah Sang Terang dalam hidupmu.

Kekristenan adalah tentang kesaksian. Yesus bersaksi bahwa Ia adalah Allah yang jadi manusia, menderita, mati dan dibangkitkan. Ia naik ke surga dan akan mengirimkan Roh Kudus kepada orang percaya. Amin.    Gembala Sidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *