SEJARAH GEREJA KRISTUS TUHAN JEMAAT CITRARAYA – SURABAYA

Gereja Kristus Tuhan jemaat Citraraya – Surabaya diawali dari sebuah persekutuan yang diadakan di rumah Bp. Yensen Sundoro, Jl. Simpang Darmo Permai Selatan I/37 Surabaya. Persekutuan perdana dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1993 dan dilayani oleh Pdt. Philip Wangsa (almarhum) dan mendapat sambutan positif, sehingga selanjutnya persekutuan ini menjadi Persekutuan Wilayah GKT Hosana untuk wilayah Surabaya Barat, yang diadakan setiap hari Jumat jam 19.00, dan dibina oleh Ev. Silas Liman, yang selanjutnya digantikan oleh Ev. Budiono Joeng pada tahun 1996.

Seiring dengan berjalannya persekutuan wilayah tersebut, maka pada tahun 1997 muncul pemikiran untuk mengembangkan persekutuan wilayah tersebut menjadi sebuah Pos P.I., karena adanya jemaat GKT Hosana yang berdomisili di daerah Surabaya Barat. Setelah diadakan pendataan dan pendekatan, maka ibadah perdana Pos P.I. Surabaya Barat diadakan pada tanggal 3 Mei 1998, yang diadakan di Hotel Equator, Surabaya. Ibadah Umum dan pembinaan anak (sekolah minggu) diadakan setiap minggu di Hotel Equator, sedangkan kegiatan lain dilaksanakan di pastori atau rumah-rumah jemaat (Bp. Anton Sumarsono, Bp. Pandu Cipta Mandiri, Bp. Timotius Kurniawan, Bp. Yensen Sundoro). Menindaklanjuti pembukaan GKT Hosana Pos PI Surabaya Barat diusulkan oleh Bp. William Timotius untuk membeli sebidang tanah di daerah Surabaya Barat, yang akan dibangun sebuah gedung gereja sebagai sarana ibadah. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pada tahun 1998 dengan diprakarsai oleh Bp. William Timotius dan beberapa rekan yang lain, diputuskan untuk membeli sebidang tanah di CitraLand.

Pada tahun 2003, majelis GKT Hosana mencanangkan program pendewasaan pos-pos P.I.-nya, dua diantaranya diprioritaskan untuk melakukan persiapan pendewasaan yaitu Pos P.I. Surabaya Barat dan Pos P.I. Surabaya Timur. Seiring dengan proses pendewasaan tersebut, kembali Bp. Yensen Sundoro menyediakan ruko miliknya yang terletak di Jl. HR Muhammad kav.41 untuk digunakan sebagai tempat ibadah, maka sejak bulan September 2003 seluruh kegiatan ibadah dialihkan dari Hotel Equator ke ruko HR Muhammad (lantai 4 dan 5).

Dalam Sidang Sinode GKT ke-22 (18 Mei 2005) di Hotel Surya, Tretes, akhirnya GKT Hosana Pos PI Surabaya Barat disetujui secara aklamasi menjadi jemaat mandiri dengan nama GEREJA KRISTUS TUHAN jemaat CITRARAYA – SURABAYA. Karena Pdt. Budiono Joeng (gembala sidang) mendapat tugas sebagai Sekretaris Umum Sinode GKT, maka pada bulan Juli 2005 Badan Pengurus Sinode GKT telah mengutus Pdt. Edhi Oentoro untuk bertugas sebagai gembala sidang di GKT Citraraya.

Tahun 2006 Panitia Pembangunan dibentuk kembali dan mulai mengadakan persiapan untuk melengkapi syarat-syarat perijinan yang dibutuhkan untuk membangun. Puji Tuhan atas kerjasama semua pihak dan bantuan dari Bp. Franky Janong, akhirnya sekitar Agustus 2008 ijin untuk mendirikan bangunan gereja dan kelengkapannya bias diselesaikan. Setelah melalui berbagai persiapan, tanggal 11 Januari 2009 diadakan Ibadah Peletakan Batu Pertama. Setelah berjalan hamper satu bulan, hambatan menghadang, dengan terpaksa pembangunan harus dihentikan karena adanya kendala-kendala teknis dan non-teknis. Pembangunan sempat mengalami kevakuman selama empat bulan.

Pada tanggal 3 Mei 2009 tempat ibadah ruko di Jl. HR Muhammad kav. 41 ke Ruko Taman Internasional A/2 CitraLand, yang disediakan oleh Bapak dan Ibu Pandu Cipta Mandiri.

Akhir Juni 2009 pekerjaan pembangunan dilanjutkan kembali dengan berbagai penyesuaian, kebesaran Tuhan terus dinyatakan dalam pembangunan ini, berkat kerja keras panitia pembangunan disertai kebersamaan dan dukungan doa yang tidak mengenal lelah dari segenap jemaat dan para donator serta dukungan penuh bapak-bapak dari Badan Pengurus Sinode GKT, maka pembangunan tahap pertama bisa diselesaikan pada awal Desember 2009. Dan pada hari Jumat 28 Mei 2010 diadakan acara Penahbisan Gedung GKT CITRARAYA – SURABAYA.

Demikianlah sekelumit perjalana sejarah secara singkat dari GKT CITRARAYA. Kiranya melalui pemaparan sejarah singkat ini, nama Tuhan senantiasa dimuliakan dan berkat Tuhan dilimpahkan kepada kita semua. Terpujilah Tuhan.